1. Dari Ibnu Ma’ud ra. bahwasanya Nabi Muhammad Saw bersabda
“barangsiapa bersumpah atas nama Islam tanpa ada hak (untuk mengambil
harta itu dengan sumpah bohong), maka ia bakal bertemu Allah dalam
keadaan menerima kemurkaan-Nya.” selnjutnya ibnu Ma’ud berkata:
“Kemudian Rasulullah saw membacakan kepada kami pembenaran sabda
(sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah
mereka dengan harga sedkit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di
akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan
melihat kepada mereka pada hari kiamat, dan tidak (pula) akan
mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih (HR.Bukhari dan Muslim)
2. Dari Abu Ummah (ilyas) bin Tsa’labah Al Haritsiy ra. bahwasanya
Rasulullah saw, berabda :” Barangsiapa mengambil hak orang Islam dengan
sumpahnya, maka benar-benar Allah mewajibkan mereka baginya dan
mengharamkan surga atasnya.” Seseorang bertanya kepada beliau: ”
Meskipun itu hanya sedikit wahai rasulullah?” Rasulullah bersabda : ”
Meskipun itu hanya sepotong dahan kayu arak( kayu untuk bersiwak).” (HR Muslim)
3.Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. dari Nabi saw., beliau bersabda: ”
Dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua,
membunuh jiwa dan sumpah palsu.” (HR.Bukhari)
Dalam riwayat lain dikatakan: Seorang anak desa datang kepada Rasulullah
saw, lalu bertanya :” Wahai Rasulullah, apakah dosa-dosa besar itu?”
Rasulullah bersabda : Menyukutukan Allah.” Orang itu bertanya : ”
Kemudian apa?” Rasulullah bersabda : “Sumpah palsu.” Saya (Abdullah bin
Amr) bertanya : ” Apakah sumpah palsu itu?” Rasulullah bersabda: ” Yang
merampas harta orang Islam yakni dengan sumpah di dalamnya terkandung
kebohongan.” Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra
Bagaimana dengan kita khususnya para pemimpin Indonesia sadarkah akan hal ini.
Sumber : kompasiana