Sesungguhnya seindah indah cahaya
adalah Al Qur’an, dan tiadalah kamu melihat cahaya itu melainkan ia
telah menerangi hatimu ketika kamu dalam gelap gulita sedang kamu tiada
sadar. ia (Al-Qur’an) merasuk kedalam hati dan diri orang – orang yang
beriman, menunjukinya kejalan yang penuh dengan kebenaran, kesucian,
kemuliaan sehingga bersihlah hatinya dari sekalian penyakit dalam
dirinya. Amatlah ia teramat kasih atas kamu, walau sebahagian kamu
berpaling daripadanya karena lebih menyukai kitab (buku-buku) dunia yang
selain daripadanya. Ia amat bersedih atas kamu yang tengah gundah
gulana, sebab ia dapat menentramkan hatimu, meluruskan jalanmu yang
tiada bertepi, melabuhkanmu di samudera yang luas tanpa badai maupun
pasang yang dapat menghantam biduk hatimu, karena ia lah sebaik-baik
lagi sebenar-benar pelindung bagimu, jika engkau mengetahui.
Sesungguhnya ALLAH Tabaraka wa Ta ‘ala
telah menyerui kepada umat nasrani terdahulu yang membenarkan kitab yang
ada pada mereka, bahwasanya Al-Qur’an itu adalah daripada ALLAH jua dan
hendaklah mereka beriman kepadanya. Sebagaimana Firman ALLAH Ta’ala :
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُواْ بِمَا أَنزَلَ اللّهُ قَالُواْ نُؤْمِنُ
بِمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرونَ بِمَا وَرَاءهُ وَهُوَ الْحَقُّ
مُصَدِّقاً لِّمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنبِيَاءَ اللّهِ مِن
قَبْلُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka:
“Berimanlah kepada Al Qur’an yang diturunkan Allah”, mereka berkata:
“Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. Dan mereka
kafir kepada Al Qur’an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Qur’an itu adalah (Kitab) yang hak;
yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: “Mengapa kamu
dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang
beriman?”. Al-Baqarah : 091.
dan tiadalah yang beriman kepada Al-Qur’an melainkan orang – orang mukminin dan mukminah, muslimin lagi muslimah,
tiadalah mereka ingkar akan ayat-ayat ALLAH yang merupakan kalam-Nya
lagi perkataan ALLAH itu, melainkan amatlah mereka teramat cinta
daripadanya. tiadalah mereka mengambil ibrah dari perjalanan dunia
melainkan dengan Al-Qur’an dan tidak pula perihal akhirat melainkan
Al-Qur’anlah sepenuhnya penuntun jalan bagi mereka.
Firman ALLAH Ta’ala :يُؤتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْراً كَثِيراً وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ
Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman
yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia
kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar
telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). Al-Baqarah : 269.
Didalam sebuah riwayat dikisahkan :
Abu Umamah r.a. berkata : “Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur’an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur’an.”
Telah bersabda Rasulullah S.A.W :
Belajarlah kamu akan Al-Qur’an, di akhirat nanti dia akan datang kepada
ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya.”
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, ” Kenalkah kamu kepadaku?” Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : “Siapakah kamu?”
Maka berkata Al-Qur’an : “Akulah yang
kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan
kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari.”
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur’an itu : “Adakah kamu Al-Qur’an?” Lalu Al-Qur’an mengakui dan menuntun orang
yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi
kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia
meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayahdan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia
walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : “Dari manakah kami
memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?”Lalu dijawab : “Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur’an.”
sumber : http://tausyah.wordpress.com